Kota Malang – Gerakan ekonomi kreatif di Indonesia memasuki babak baru dengan penguatan struktur kepemimpinan di level nasional. Tokoh muda asal Malang, Vicky Arief Herinadharma atau yang akrab disapa Sam Vicky, kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) periode 2025–2028. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa ICCN ingin mempercepat langkah dalam mengorkestrasi ekosistem kota kreatif di seluruh pelosok nusantara.
Sam Vicky bukan nama baru dalam dunia kreatif. Ia merupakan salah satu punggawa Malang Creative Fusion yang bergerak di bidang film. Jejaknya terlihat jelas pada keberadaan gedung Malang Creative Center (MCC) yang kini menjadi pusat diseminasi industri kreatif di Malang. Selain itu, kontribusinya sangat signifikan dalam mengantarkan Kota Malang meraih status sebagai Kota Kreatif Dunia untuk bidang media art. Rekam jejak inilah yang membawanya masuk dalam jajaran kepemimpinan strategis ICCN.
Kepemimpinan ICCN periode 2025–2028 memiliki formasi yang cukup menarik. Sam Vicky akan bekerja secara kolektif bersama Ketua Umum ICCN, TB C. Fiki Satari, yang tetap menjadi pemegang arah strategis nasional. Formasi ini juga diperkuat oleh dua pesohor yang dikenal memiliki jaringan bisnis luas, yaitu Raffi Ahmad dan Gilang Widya Pramana (juragan 99) sebagai Wakil Ketua Umum. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa energi baru dan daya ungkit kolaborasi lintas sektor yang lebih masif.

Mengenai tanggung jawab barunya, Sam Vicky menegaskan bahwa posisi ini merupakan sebuah mandat pengabdian. Ia memiliki tugas utama untuk memastikan visi strategis dari Ketua Umum dapat diterjemahkan menjadi sistem dan program nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh setiap daerah.
“Posisi Ketua Harian adalah mandat kerja dan pengabdian. Tugas utama saya adalah mengorkestrasi kerja organisasi agar visi strategis Ketua Umum dapat diterjemahkan menjadi sistem, program, dan aksi nyata yang dirasakan oleh jejaring kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia,” ujar Sam Vicky.
Sebagai ujung tombak operasional harian, Sam Vicky mengemban misi untuk menjembatani visi nasional dengan implementasi di tingkat daerah. Fokus utamanya mencakup penguatan tata kelola organisasi, perbaikan sistem komunikasi, serta pengembangan platform kolaborasi ICCN. Hal ini bertujuan untuk mengakselerasi peran talenta lokal sebagai inti dari gerakan kota kreatif yang berkelanjutan.
ICCN memposisikan diri sebagai penjaga ekosistem kota kreatif di Indonesia. Organisasi ini berupaya merawat nilai dan identitas daerah agar bisa berkontribusi pada pembangunan nasional. Melalui kepengurusan baru ini, ICCN mengundang seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas untuk terlibat aktif membangun ekosistem yang mandiri.
Secara organisasi, Indonesia Creative Cities Network adalah wadah kolaborasi lintas sektor yang mendorong pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif berbasis inovasi. Dengan kepemimpinan yang lebih solid dan operasional yang tertata, ICCN optimis dapat memperluas dampak ekonomi serta kebudayaan secara nasional hingga tahun 2028 mendatang. (Red)

