MCC, Kota Malang – Festival Mbois ke-10 (FMX), yang menjadi etalase utama bagi produk ekonomi kreatif (ekraf) unggulan Kota Malang, resmi dibuka di Malang Creative Center (MCC) mulai hari ini, Kamis (06/11/2025). Gelaran tahun ini terasa jauh lebih istimewa karena bertepatan dengan dua momentum besar yakni penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 dan perayaan penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO.
Ajang yang disebut sebagai ‘Lebaran’ para pelaku ekraf ini akan berlangsung selama empat hari, dari 6 hingga 9 November 2025, dengan mengaktivasi penuh tujuh lantai Gedung MCC.
Ketua Pelaksana Festival Mbois X, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi acara yang telah memasuki satu dekade ini.
“Tidak terasa ini sudah tahun ke-10. Acara ini sudah seperti lebarannya pelaku ekraf di Kota Malang,” ujar Gedeon dalam sambutannya saat pembukaan.
Pembukaan FMX 10 dihadiri pula Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi yang hadir mewakili Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., yang berhalangan hadir.
“Bapak Wali Kota Malang menitipkan salam dan ucapan selamat atas terpilihnya Malang sebagai kota kreatif dunia UNESCO,” kata Eko Sri Yuliadi.
Eko menegaskan, pelaksanaan Festival Mbois ke-10 yang mengusung tema “Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya” ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekraf di Kota Malang terus bergerak positif.
Menurutnya, gelaran ini sejalan dengan program 1.000 event yang digulirkan Pemkot Malang untuk mendongkrak perekonomian lokal. Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2023 berhasil mencapai 6,07 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan di Jawa Timur maupun nasional.
“Ini sangat bagus sekali. Festival Mbois menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang terus bergerak positif,” tegas Eko.
Status baru Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO dalam bidang Media Arts menjadi semangat utama dalam penyelenggaraan FMX dan ICCF 2025. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem kreatif lokal untuk bersaing di level global.
Selama empat hari ke depan, seluruh tujuh lantai MCC akan diisi dengan berbagai pameran dari 17 subsektor ekraf, mulai dari fesyen, kuliner, kriya, hingga film dan aplikasi. Selain pameran, festival ini juga diisi dengan berbagai talkshow, workshop, dan pertunjukan.
“Monggo nanti bisa berjalan-jalan dari lantai 1 sampai lantai 7. Mari kita dukung para pelaku ekraf agar ekosistem di Kota Malang berkembang lebih baik lagi,” ajak Gedeon kepada masyarakat. (Red)

