Singosari, Kab. Malang – Langkah besar ekosistem kreatif Indonesia dimulai dari sebuah keputusan sederhana namun visioner yakni KEK Singhasari menyerahkan lahan 5.000 meter persegi untuk pembangunan Indonesia Creative Cities Academy (ICCA). Hadiah lahan ini bukan sekadar area kosong, melainkan fondasi yang akan menampung mimpi, laboratorium ide, dan arena pembentukan talenta kreatif masa depan.
Hibah ini menjadi penanda bahwa hasil Rakornas ICCN 2025 di Padang tak berhenti sebagai wacana. Di Kabupaten Malang tepatnya di areal KEK Singhasari menjadi titik pertama tempat ICCN membangun pusat pembelajaran kreatif berskala nasional yang diberi nama Indonesia Creative Cities Academy (ICCA).
Ketua Umum ICCN, Fiki C. Satari, menyebut inisiatif ini sebagai “permulaan ekosistem pendidikan kreatif yang punya daya dobrak nasional.”
Menurutnya, ICCA kelak menjadi ruang belajar yang mendorong digitalisasi, memperkuat inovasi, dan mengantar seluruh kabupaten/kota berpikir dan bertindak kreatif dalam membangun daerahnya.
Untuk memastikan pembangunan akademi tidak berjalan setengah hati, ICCN dan KEK Singhasari sepakat membentuk Steering Committee gabungan yang membawahi tiga tim inti yakni Tim akademik untuk menggodok kurikulum dan modul, Tim bisnis untuk menjamin pendanaan dan keberlanjutan operasional, serta Tim Design and Build untuk merancang infrastruktur agar sesuai kebutuhan ICCA sebagai pusat inkubasi kreativitas.
Kolaborasi ini bukan hanya kerja sama dua institusi, tetapi juga membuka babak baru bagi Malang Raya sebagai poros ekonomi kreatif Indonesia. Dengan akademi yang segera berdiri di jantung KEK Singhasari, kawasan ini diproyeksikan menjadi magnet bagi generasi muda, inovator, hingga pelaku industri kreatif dari seluruh penjuru negeri. (Red)

