KOTA MALANG – Pengakuan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO dalam bidang Media Arts menjadi momentum emas bagi para pelaku industri kreatif lokal. Menangkap peluang ini, BNI Kantor Wilayah 18 Malang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung di level lokal, tetapi juga menjadi jembatan bagi produk kreatif Malang menembus pasar internasional.
Dukungan penuh ini diwujudkan BNI melalui partisipasinya dalam Festival Mbois ke-10 (FMX), yang juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang Creative Center (MCC).
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang, Soesetyo Priharjanto, yang hadir langsung dalam pembukaan Festival Mbois X, Sabtu (8/11/2025), menyatakan kebanggaannya bisa terlibat dalam platform pengembangan industri kreatif terbesar di Kota Malang tersebut.
“Kami berterima kasih atas kesempatan ini. BNI bangga bisa ikut andil, karena pengembangan industri kreatif adalah salah satu platform pembangunan saat ini,” ujar Soesetyo dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Soesetyo menegaskan bahwa komitmen BNI sebagai bank Himbara tidak berhenti di skala domestik. Pihaknya telah lama memiliki program konkret untuk mendorong pelaku industri kreatif naik kelas.
“Alhamdulillah, BNI tidak hanya mendukung industri kreatif di lokal saja, tapi hingga skala internasional,” tegasnya.
Dukungan tersebut, jelasnya, bersifat komprehensif, mulai dari memberikan akses pembiayaan dan permodalan, melakukan pendampingan bisnis, hingga secara aktif membantu mencarikan pasar di luar negeri.
Sementara itu, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menjelaskan bahwa kolaborasi yang terbangun di Kota Malang telah mencapai level hexahelix, di mana peran BNI sebagai lembaga perbankan (swasta/BUMN) menjadi sangat vital.
“Harapan kita, ini akan menjadi kerja-kerja kolaborasi yang nyata. Kita juga merayakan status Malang sebagai kota kreatif media art dunia dari UNESCO,” kata Vicky.
Ia berharap, dengan adanya sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan sektor perbankan seperti BNI, dampak dari status Kota Kreatif Dunia UNESCO dapat segera dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku ekraf di Malang. (Red)

